Kamis, 04 Juni 2009

Studi Kasus Para Ahli

“STUDI KASUS SIGMUND FREUD”

KASUS 1

Kasus pembunuhan berantai atau "serial killing" memang bukan hal baru.

Namun berbeda dengan kasus pembunuhan biasa, peristiwa pembunuhan berantai menimbulkan sensasi kengerian tersendiri. Sejarah sesungguhnya telah banyak mencatat peristiwa-peristiwa pembunuhan berantai, seperti yang dilakukan secara mengerikan oleh seorang jagal wanita asal Hongaria yang hidup pada kurun 1560 – 1614. Wanita keji bernama Elizabeth Bathory yang cantik jelita ini adalah seorang putri bangsawan yang dikenal sex maniac. Ia diakui sebagai pembunuh berantai terbesar sepanjang sejarah manusia. Tak kurang dari 650 nyawa manusia (hampir seluruhnya wanita) melayang ditangannya dengan penyiksaan yang tak terperi, karena Elizabeth menghabisi korban-korbannya dengan cara menyembelihnya diatas bak mandi, hingga darahnya menetes habis ke dalam bak yang kemudian digunakan Beth untuk berendam, sebagai ramuan yang ia percaya membuatnya awet muda

Very Idham Henyansyah alias Ryan yang telah menghabisi sedikitnya 11 nyawa selama kurun waktu dua tahun, dimana satu diantaranya dimutilasi menjadi 7 potongan. Lelaki 30 tahun yang ditengarai memiliki deviasi seksual, yakni seorang gay atau penyuka sesama jenis ini, hingga saat ini masih terus diteliti motifnya melakukan serangkaian pembunuhan. Masih belum jelas, karena konflik cintakah atau motif ekonomi, karena bukti-bukti justru lebih banyak mengarah kepada perampokan berencana. Korban Ryan yang paling awal diketahui, Heri Santoso, memang diduga dibunuh karena lebih banyak terpicu kecemburuan cinta meski juga dirampok hartanya, tapi korban-korban berikutnya yang kemudian terungkap, agaknya tidak melulu karena kecemburuan cinta sesama jenis. Apalagi dua orang diantara 11 korbannya, adalah wanita dan seorang balita usia 3 tahun. Kaum gay di Indonesia pun menyatakan keberatan jika kasus Ryan dihubung-hubungkan dengan orientasi seksualnya sebagai gay.

Analisis Kasus

menurut ahli psiko analisa Sigmund Freud, dalam teori Catharsis hasil penemuannya, manusia digerakkan oleh dua naluri, yaitu Eros dan Thanatos. Eros merupakan instink yang bersifat konstruktif, sementara thanatos sebaliknya, bersifat destruktif atau merusak. Sehingga bisa dikatakan, bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat atau dorongan-dorongan agresif untukmerusak, menyerang, atau bahkan membunuh. Instink-instink primitif ini menurut Freud lagi, hanya bisa dikontrol oleh Ego dengan memperkuat Superego, yang berisi dorongan melakukan hal-hal positif yang selaras dengan norma masyarakat. Freud memang membagi jiwa manusia ke dalam tiga system, yaitu Id (yang merupakan alam ketidak sadaran manusia tempat bersemayamnya dorongan-dorongan primitif yang belum terpengaruh kebudayaan seperti hawa nafsu dan hasrat-hasrat kesenangan), Superego (berupa dorongan-dorongan positif untuk berbuat kebajikan dan hidup dalam tatanan norma masyarakat, yang dibentuk oleh kebudayaan), dan Ego (yang menyelaraskan antara Id dan Superego). Ego yang lemah tentu tak mampu menjaga keseimbangan antara dorongan Superego yang konstruktif atau positif dan dorongan Id yang sarat dorongan-dorongan destruktif atau negatif dalam diri manusia. Seseorang yang dorongan Id dan Superegonya berimbang, akan memiliki kemampuan berfikir dan berperilaku yang terkendali untuk bisa selalu berada dalam level pola pikir dan perilaku normal. Para pmbunuh pada kasus di atas bisa dikatakan sebagai psikopat yang merupakan suatu gejala yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami ketidakseimbangan dalam menyelaraskan dorongan – dorongan konstrukti dan destruktif dalam dirinya. Maka, dalam hal ini egonya mngalami gangguan karena ia yang semestinya menyelaraskan antara id dan superego serta yang memberi keputusan terhadap jalan apa yang akan ditempuh dalam memenuhi id.

KASUS 2

Lala adalah siswi SMA klas tiga. Slama ini ia selalu dapat meraih apa yang ia cita – citakan. Saat ia ingin masuk SMP favorit, ia pun bisa meraihnya. Begitu pula saat ia menginginkan untuk masuk SMA favorit, keinginannya pun tercapai. Setelah lulus dari SMA ia sangat ingin untuk bisa diterima di STAN. Ia selalu brusaha semaksimal mungkin karena ia tahu bahwa untuk masuk STAN tidaklah mudah. Keinginannya begitu kuat, sampai – sampai ia selalu membayangkan jika nantinya ia bisa menjadi mahasiswai STAN. Sampai pada waktunya, tes masuk STAN telah tiba, ia mengerjakan dengan semaksimal mungkin. Stelah tes, muncul kecemasan – kecemasan dalam dirinya, apakah ia akan lolos seleksi atau tidak. Pikirannya terpenuhi oleh bayang – bayang jika seandainya ia tidak bisa lolos tes, hatinya semakin cemas. Hingga suatu hari, ia melihat pengumuman hasil seleksi, namanya tidak muncul. Ia begitu kaget, tapi untungnya itu hanya sebuah mimpi.

Analisis Kasus

Menurut freud mimpi adalah timbul dari konflik yang muncul malam hari, mimpi merupakan konflik pribadi yang merupakan pemenuhan kebutuhan atau pemenuhan yang cacat. Jadi, kecmasan – kecemasan yang ada dalam pribadi seseorang yang pemenuhannya tidak bisa dicapai sepenuhnya didorong kedalam alam ketidaksadaran. Hal ini merupakan mekanisme pertahanan diri, untuk meredakan kecemasan – kecemasan tersebut. Lala yang selalu cemas terhadap hasil tes STANnya membuat egonya menekan dorongan – dorongan yang menyebabkan kecemasan tersebut ke dalam ketidaksadaran. Alam ketidaksadaran yang dimaksud adalah alam mimpi, mekanisme ini dalam teori Freeud disebut dengan represi.

KASUS 3

ABG Pencuri Hp, Ancam Bunuh Diri

Wednesday, 11 February 2009

PALEMBANG – Ingin memiliki handphone (hp) dan uang untuk shopping, membuat dua orang anak baru gede (ABG) menjadi gelap mata. Yaitu Linda Nurhayani (16) warga Jl KH Azhari, Lr Kamasan, Kelurahan 3-4 Ulu, dan Lina Puspita Sari (16) warga Jl KH Azhari, Lr Binjai, RT 23/07, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Dua remaja putri itu nekat bersekongkol, mencuri Hp milik tetangga sekaligus adik teman mereka sendiri, Holijah Metalika (14), Sabtu (7/2) lalu sekitar pukul 08.00 WIB. Apes bagi keduanya, korban yang kehilangan Hp Nokia 6600 miliknya kemudian melaporkannya ke Polsek SU I. Beberapa jam kemudian, kedua tersangka yang dicurigai sebagai pelakunya dicokok dan digelandang ke Mapolsek SU I Palembang. Karena kedua tersangka, sempat bertamu di rumah korban. Seiring pulangnya kedua tersangka, Hp milik korban sedang di-charge dan diletakkan di atas meja kamarnya diketahui lenyap. Meski awalnya masih berkelit, namun akhirnya mereka mengaku setelah polisi menemukan BB Hp milik korban di atas lemari kamar tersangka Linda. Saat ditemui wartawan, kedua tersangka menangis histeris serta terus-terusan menutupi wajahnya karena malu. ”Lina yang nyuruh ambil Hp itu, aku nurut bae. Lagipulo kami butuh duit untuk bejalan,” aku Linda. Sementara Lina, mengamini apa yang diakui tersangka Linda. Tapi kemudian, kedua tersangka berulah saat kembali dimasukkan ke dalam sel tahanan Polsek SU I. Mereka menangis menjerit, bahkan Lina sempat mengancam akan bunuh diri. “Aku malu nian,” katanya. Terpisah, Kapolsek SU I AKP I Made Sinar Subawa SIk, menegaskan kedua tersangka akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. “Keduanya akan kita jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” kata Made. Made menambahkan, sebetulnya pihak keluarga korban sudah mengupayakan damai sebelum melaporkan kejadian ini ke Polsek SU I. Mereka hanya meminta Hp dikembalikan dan tersangka mengakuinya, tapi kedua tersangka masih tidak mau mengaku. (mg18)

Analisis Kasus

Orang memiliki berbagai cara untuk mempertahankan dirinya. Di toi Freud hal ini disebut dengan mekanisme pertahanan diri. Berdasarkan kasus di atas, Linda dan Lina berusaha untuk membela dirinya bahwa ia tidak mencuri HP agar tidak dimasukkan penjara. Hal ini termasuk dalam mekanisme pertahanan diri Reaksi Formasi, yaitu memberikan raksi yang sebaliknya. Karena setelah diintrogasi olh pihak polisi merka mngaku bahwa memang mereka yang mencuri HP tersbut. Selain itu, mekanisme pertahanan diri yang mereka gunakan lagi, yaitu rasionalisasi adalah memutarbalikkan kenyataan melalui dalih alasan tertentu yang seakan – akan masuk akal. Mereka mengancam polisi bahwa merka akan bunuh diri jika tidak dilepaskan dari penjara. Sebenarnya itu hanya akal – akalan mereka agar dikeluarkan dari penjara demi mempertahankan dirinya.

“STUDI KASUS ERIK ERIKSON”

KASUS 1

Seorang kepala sekolah SMA swastalain bercerita saat di sekolah tersebut dilaksanakan program tinggal di desa selama seminggu, banyakorang tua murid yang sedemikian khawatirnya dan membekali anaknya dengan berbagai hal sampai sampai tas yang harus dibawa menjadi sangat berat. Bahkan ada orang tua yang meminta ijin untuk ikut ke desa karena khawatir anaknya tidak terurus selama disana!

Mungkin anda tersenyum atau bahkan tidak percaya mendengar cerita ini. Namun, mari kita coba lihatlagi beberapa cerita berikut.

Seorang teman di bagian sumber daya manusia sebuah perusahaan finansial sempat bercerita bahwasaat dilakukan tes masuk bagi calon karyawan baru, banyak pelamar yang datang dengan diantarorang tuanya. Sebagai informasi, tes masuk tersebut adalah untuk lulusan S1. Saat tes masuksedang berlangsung, para orang tua tersebut duduk di ruang tunggu, menunggui anaknya hingga selesai tes.

Contoh lain adalah seorang ayah yang membantu anaknya yang sedang menyusun skripsi. Beliau yang menelepon teman-temannya untuk menanyakan judul skripsi yang tepat. Beliau pula yangmenghubungi berbagai perusahaan untuk menanyakan kemungkinan kerja praktek atau magang bagi anaknya itu. Beberapa praktisi SDM di berbagai perusahaan mengatakan prosentase kelulusan calon karyawan pada tes psikologi awal mengenai tingkat kecerdasan umumnya cukup tinggi, sekitar 80%. Namun,pada tahap wawancara awal, prosentase kelulusan hanya berkisar antara 30-35%. Pada tahapanwawancara mendalam (in depth interview) yang membahas megenai sikap dan perilaku calonkaryawan bahkan lebih parah lagi, hanya sekitar 10% yang bisa dinyatakan lulus. Secara keseluruhan, prosentase kelulusan hanya sekitar 2% dari total pelamar.

Analisis Kasus

Erik Erikson meyakini bahwa kepribadian seseorang berkembang melalui beberapa tahapan perkeembangan dalam hidupnya, mulai dari bayi awal hingga usia lanjut. Dalam kasus diatas, menurut teori perkembangan Erikson, bahwasanya anak tidak mengalami perkembangan yang baik pada tahap bayi lanjut (usia 1- 3 tahun). Anak – anak ini dituntut terlalu banyak dan terlalu cepat. Orang tuanya menginginkan anaknya memperoleh yang terbaik . Si ayah berusaha keras membantu anaknya dalam menyusun skripsi, ia ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Namun, justru karena hal tersebut si anak menjadi tidak tidak mandiri, ia akan tumbuh menjadi anak yang tergantung pada orang lain. Jika sebelumnya pada tahap bayi lanjut ini ia diberi kebebasan dalam mengembangkan kemampuan – kemampuannya, maka pada saat menyusun skripsi ia dapat melakukannya sendiri tanpa terlalu bergantung pada orang tuanya.

KASUS 2
inspirasi dari keluarga Polgar, yang tinggal di Hungaria.Laszlo Polgar adalah guru catur luar biasa, yang walaupun konsepnya anti teori tentang kecerdasan tapi hasilnya mencengangkan dunia. Saya ingin menghadirkan keberhasilanLaszlo Polgar dengan kegigihannya mewujudkan visi dan misi spektakulernya dalam mendidik ketiga putrinya menjadi juara catur dunia, melalui homeschooling.Homeschooling adalah sebuah bentuk pendidikan alternatifdalam mengembangkan potensi anak secara maksimal. Polgar percaya bahwa kuncikeberhasilan seorang individu adalah mengoptimalkan otak di usia dinidibandingkan menghabiskan waktu bermain diluar atau menonton TV. Di masa itu,ide homeschooling merupakan hal yang baru dan tak lazim, dan Polgar sempat mendapat tentangan luar biasa, tidak hanya dari masyarakat tapi juga dari pemerintah Hongaria. Namun dia tetap mendidik anaknya melalui homeschooling, dan ingin membuktikan bahwa pencapaian di bidang permainan catur dari ketiga putrinya kelak akan mendatangkan kesuksesan, tidak hanya bagi keluarganya, tapi juga bagi negara Hongaria. Polgar bersama istrinya mengajarkan mereka: matematika tingkat tinggi, bahasa, kesenian,olahraga dan digembleng main catur. 

Hasilnya?Zsuzsa Polgar (Susan),4 kali menjadi juara dunia catur wanita dan 5 kali juara olimpiade caturwanita. Padausia 15 tahun Susan menduduki peringkat pertama dunia caturwanita. Putri keduanya, Zsofia Polgar (Sofia), MasterInternational (MI) wanita, usia 14 tahun sudah menjuarai turnamen catur duniadi Roma. Si bungsu Judit Polgar,pernah menantang para juara catur duniaseperti Anatoly Karpov, Garry Kasparov, Vladimir Kramnik, Viswanathan Anandjuara dunia 2007) dan pernah mengalahkan mereka.

Analisis Kasus

Kesuksesan anak pada masa kini juga didukung pada kesuksesan orang tua dalam mendidik anaknya sejak bayi. Laszlo Polgar dengan semangatnya yang tinggi mendidik anak – anaknya untuk mengembangkan potensi anaknya secara optimal. Dalam diri anak – anaknya telah ditanamkan jiwa seemangat dan kerja keras. Pada tahap bayi awal (0-1 tahun) Polgar telah membuat anak – anaknya percaya pada anaknya bahwa apa yang ia brikan pasti yang terbaik. Saat anak – anaknya masih bayi awal ia memberikan kasih sayang yang tulus kepada anaknya. Sehingga anak – anaknya merasa nyaman dan percaya bahwa ayahnya akan selalu memberikan yang terbaik buat dirinya.

Pada tahap bayi lanjut (1-3 tahun) yang merupakan tahap dimana kemampuan anak akan berkembang pesat. Polgar tahu apa yang harus ia lakukan, sehingga anaknya tetap berkembang baik pada tahap selanjutnya. Tahap anak – anak pertengahan (6-11 tahun) ia memasukkan anak – anaknya ke homeschooling agar potensi anaknya bisa berkembang dengan maksimal. Alhasil, anak – anaknya kini berhasil mengembangkan potensinya dalam dunia catur. Sebenarnya stiap anak meiliki bakat atau talenta yang merupakan anugerah Tuhan, tinggal kita yang mengembangkannya dengan bimbingan dari orang tua.

KASUS 3

Dewasa ini angka pengangguran di negeri kita semakin meningkat. Tak kalah dengan angka pengangguran, angka lulusan sarjana pun semakin banyak. apakah berarti anak – anak di Indonsesia semakin berkualitas? Jawabannya tentu tidak. Karena toh sarjana – sarjana tersebut masih kebingungan akan melanjutkan kemana, bekerja atau meneruskan S2. Seperti yang dialami Muhammad Ikhsan, salah seorang alumni invrsitas swasta yang teelah mendapat gelar Sarjana Ekonomi. Ia masih kebingungan akan diteruskan kemana gelarnya itu, untuk mendapatkan pekrjaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di lain pihak, jika ia meneruskan S2, ia merasa bebannya akan semakin berat, masalah waktu, tenaga, dan biaya menjadi pertimbangan. Akhirnta, ia hany menunggu ilham.

Analisis Kasus

Krisis identitas yang merupakan teori dari Erik Erikson telah banyak terjadi dewasa ini. Ikhsan yang merasa bingung terhadap jalan hidupnya juga merupakan krisis identitas. Kepercayaan terhadap dirinya belum terpupuk dengan baik. menurut teori saat masa remajanya (12-20 tahun) ia tidak membuktikan kemampuannya secara maksimal sehingga terjadi kekacauan peran dalam dirinya, ia masih bingung terhadap dirinya sendiri. Selain itu, saat tahap anak – anak awal (4-5 tahun) karaktristik merasa bersalahnya lah yang leebih berkembang sehingga ia tidak bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya karena ia takut orang disekitarnya mnganggap keputusannya itu salah.

“STUDI KASUS CARL GUSTAV JUNG”

KASUS 1

Terjadinya kasus kesurupan akhir – akhir ini cukup menghebohkan, terutama kalangan sekolah yang sering mendapatkan kasus kesurupan. Seorang mahasiswa UMS yang sedang praktikum juga tidak mau kalah dengan para siswa – siswi di SMU yaitu kena kesurupan, beberapa rekan menolongnya dan akhirnya ia sadar kemballi. Selain itu, berita bahwa di pondok sobron makam haji berulang kali terjadi kesurupan terutama pada saat baitul arqom untuk mahasiswa, lagi – lagi jin yang dituduh bertanggung jawab terhadap insiden itu. Kasus – kasus kesurupan yang semakin merebak ini tidak boleh kita anggap remeh karena terjadinya kasus – kasus itu merupakan fenomena lemahnya iman dan kurangnya kesehatan mental psikologi. Selama kita menganggap kesurupan sebagai perbuatan jin tanpa ada perbaikan mental psikologi ya selamanya kesurupan akan terus terjadi dan akan meluas.

Analisis Kasus

Indonesia merupakan bangsa kaya budaya termasuk budaya kesurupan, bahkan di daerah – daerah tertentu malah sengaja untuk kesurupan, dan menjadi tontonan menarik seperti reog, kuda lumping, debus, dan tari kecak. Budaya inilah yang menjadi arketipe – arketipe yang tersimpan dalam ketidaksadaran kolektif dan inilah yang banyak mempengaruhi terjadinya kesurupan di Indonesia.

Setiap kita memiliki potensi untuk kesurupan karena memang bawah sadar kita dalam ketidaksadaran kolektif berisi mitos – mitos seperti pocong, wewe gombel, jin penunggu rumah, jin penunggu sungai dan banyak lagi, bahkan penunggu laut selatan.mitos inilah yang turun temurun dari jaman dulu terus hingga sekarang. Ditambbah lagi pengalaman masa kecil yang sering ditakut – takuti dengan berbagai macam hantu dan segala variannya, yang kemudian tersimpan dalam ketidaksadaran pribadi sehingga kedua kenyataan itu klop membentuk suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang setiap saat bisa muncul bila ada pemicunya.

Dalam kasus kesurupan masal yang menjadi pemicunya adalah teman yang sudah kesurpan, dalam istilah hipnotisme tean yang sudah kesurupan menginduksi bawah sadar teman lainnya sehingga seperti penyakit menular yang bila tidak diisolasi akan mewabah ke yang lain.

Seringkali orang yang kesurupan memiliki kekuatan yang melebihi kemampuan biasanya, dalam beberapa kasus kesurupan dia bisa berteriak – teriak hingga berjam – jam, atau bisa melemparkan beberapa orang yang sedang memeganginya. Ada lagi kesurupan mampu berbicara seperti bukan dia yang berbicara, dalam keadaan seprti ini seseorang yang kesurupan sedang memasuki alam bawah sadarnya tepatnya di alam ketidaksadaran kolektif dimana menurut Jung ketidaksadaran tersebut mengandungkekuatan jiwa (psyche) sehingga dia memiliki kekuatan yang melebihi seperti biasanya. Mengapa orang bisa memasuki ke dalam alam bawah sadarnya? Sebab utamanya adalah lemahnya kesadaran seperti orang mau masuk tidur, kenapa bisa tidur jawabnya tentunya karena lemahnya kesadaran karena faktor mengantuk.

KASUS 2

Inilah Artis

31/10/2008 - 11:35

EKSKLUSIF

Rizky 'The Titan' Minta Rujuk

Rommy Ramadhan

INILAH.COM, Jakarta - Perseteruan Rizky 'The Titan' dengan Ratna Damayanti sebagai pasangan suami istri sudah mulai reda. Beberapa waktu lalu, Ratna bertemu dengan pengacara Rizky. Bahkan ia diminta rujuk dengan suaminya.Saat ini yang paling hangat di jagad selebriti Indonesia adalah merebaknya foto mesra Rizky, vokalis The Titan dengan sejumlah wanita. Foto itulah yang menyulut kecemburuan Ratna, sang istri.Tidak cukup sampai di situ. Ratna pun menuding suaminya yang menyebabkan dirinya tertular penyakit kelamin. Sementara Rizky tak kalah marahnya. Ia justru menuduh balik istrinya.Pada 11 Oktober lalu, Ratna mengajukan surat gugatan cerai di pengadilan agama di Bandung. Sejak itu, berita tentang perseteruan mereka pun terus bergulir. Ratna menuduh Rizky terkena star syndrome. Dulu Rizky tak punya apa-apa, sekarang setelah ngetop dan punya banyak materi, Rizky lupa dengan keluarganya. Yang lebih menyakitkan lagi, Ratnalah yang memaksa The Titan untuk mengaudisi Rizky, padahal saat itu sebenarnya The Titan sudah memiliki vokalis.Beberapa hari lalu, Ratna bertemu langsung dengan pengacara Rizky. "Pertemuannya baik-baik," kata Ratna. Dalam pertemuan itu, pihak Rizky meminta agar Ratna mau rujuk dengan kliennya.Namun rupanya rasa sakit hati Ratna sudah menggunung. Ia tak bisa lagi menerima Rizky kembali. "Aku tetap dengan pendirianku. Cerai adalah jalan yang terbaik untuk kami," jelas Ratna mantap.Disamping itu pengacara Rizky meminta Ratna untuk tenang dan tidak lagi memberikan pernyataan macam-macam. "Permintaan mereka masih masuk akal. Mereka meminta untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik," papar Ratna.Setelah bercerai nanti, Ratna tidak mau memutuskan komunikasi Rizky dengan anaknya, hasil perkawinan mereka. "Ada istilah mantan suami. Tapi tidak ada istilah mantan bapak. Di samping itu Rizky juga tetap harus membiayai anaknya," ujar Ratna.

Analisis Kasus

Setiap makhluk memiliki perbedaan, tak terkecuali manusia. Dalam teori Jung terdapat tiga macam cara untuk membentuk keseluruhan kepribadian berinteraksi satu sama lain, salah satunya yaitu satu atau dua sistem mungkin bersatu untuk membentuk sintesis. Rizky yang sempat bertengkar dengan istrinya, Ratna Damayanti,akjirnya bisa meredam emosinya dengan meminta rujuk kepada istrinya. Setiap aspek kepribadian antara pikiran dan perasaan, antara intuisi dan pendriaan, antara aku dengan bayang – bayang meskipun selalu saling berlawanan, namun tidak selamanya bertentangan. Awalnya, Rizky mungkin mengambil keputusan untuk bertengakar dengan istrinya hanya berdasarkan pikirannya karena perasaannya berada di bawah alam sadar. Namun ternyata pikiran dan perasaan yang saling berlawanan bisa saling menarik atau mengadakan integrasi atau sintesis, sehingga keputusannya untuk rujuk kembali didasarkan pada pikiran dan perasaanya. Dengan begitu terjadi interaksi antara alam sadar dengan alam bawah sadar. Dan yang tadinya saling bertengkar bisa kembali rukun.

KASUS 3

Cerita seorang ayah di sebuah blog:

Kadang aku merasa anak gw yang pertama itu punya extreme case of introvert. Satu hari aku diajak gurunya untuk ngikutin aktivitas kelasnya. Saat mereka untuk outdoor activities, aku hampir nangis lihat anak gw. Dia main sendiri, naik sepeda putar-putar keliling tempat main tanpa interaksi dengan yang lain. Sepertinya dia enjoy dengan sepedaan sendiri. Tapi buat saya itu rada aneh.Gurunya sih bilang gw gak perlu cemas. Dia interact cukup O.K. di kelas. Dia bisa main dengan temannya dalam permainan tertentu yang tenang. Tapi biasanya menjauh kalau permainannya agak physical.Dari kecil dia sudah terasa lain. Sukanya di tempat yang tenang. Sering nangis kalau ke tempat teman/pesta yang rame. Biasanya gak mau masuk. Kalau nonton tv gak suka yang "physical" dan yang juga ada "feeling" seperti bambi. Sukanya yang educational seperti "Emily Yeung, di channel Disney". Channel favorite dia adalah Food Network, bisa nonton berjam-jam. Dan juga mereka bisa belajar sendiri. Anak gw baru mau masuk Kindergaten akhir bulan ini, tapi sudah bisa figure out basic algebra.Mendidik anak yang introvert, itu challenge tersendiri. Didiknya sering pake cara yang diluar "norm". Contohnya kalau dia bikin kesalahan, dia tidak bisa di "time out". Kalau di "time out" dia bisa nangis histeria. Juga gak bisa ngomong face-to-face sama dia. Dia bisa panik. Jadi aku dan bini gw harus jelasin pelan-pelan (kadang seperti jelasin secara technicality gitu).

Analisis Kasus

Sikap jiwa menurut Jung dibedakan atas tipe introvert dan ekstrovert. Dalam kasus diatas, anak dengan gejala tersebut memilki sikap jiwa tipe introvert. Ia lebih senang dengan dunianya sendiri, tidak memperdulikan terhadap lingkungannya bahkan dikatakan anak itu tidak suka keramaian dan lebih senang menyendiri. Sehingga anak introvert itu memiliki ciri sukar bergaul, jiwanya tertutup, kurang dapat menarik hati orang lain. Kelebihan dari orang yang introvert adalah biasanya mereka lebih fokus. Anak dalam kasus di atas bisa lebih fokus terutama dalam hal belajar, ia sudah bisa figure out basic algebra meskipun baru mau masuk Kindergaten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar